bgnya









1 1 1 1

upload avatar maximal width:45px height:45px

how can
other contributions
Hanny
Tya
Rina
Lea
Siti
sample

Q Bu Isna yang baik,

Saya suka memasak, dan seringkali memasak dengan teknik menggoreng yang perlu banyak minyak (deep fried), dan saya punya usaha menjual kue. Saya tahu bahaya memakai minyak goreng yang dipakai berulang kali, karena itu sebisa mungkin saya mengganti minyak setelah maksimal 2 kali pemakaian. Yang jadi masalah saya Bu, harus saya apakan semua limbah minyak goreng ini? Bagaimana cara membuang yang benar? Selama ini saya membuangnya di wastafel (yang akan mengalir ke got). Saya tahu ini salah, tapi saya tidak tahu cara yang benar. Mohon saran dari Ibu. Terima kasih sebelumnya.

Lina, Bogor

A Lina yang baik,

Memang sebaiknya limbah minyak goreng tidak dibuang ke saluran air, karena mengurangi kualitas air di parit dan sungai. Di negara lain, di mana sudah ada sewerage system yang tersambung ke rumah-rumah, kotoran dan sisa masak/makanan akan disalurkan (dari dapur) ke sewerage system tersebut. Jaringan sewerage system menyalurkan semua kotoran ke suatu instalasi pengolahan untuk diolah, sehingga limbah yang dibuang ke perairan merupakan air yang sudah memenuhi syarat pembuangan.

Nah, di Indonesia, masih sedikit sekali kota yang memiliki sewerage system, jadi limbah cair dari rumah kita semua masih membebani lingkungan. Kota Bogor mempunyai rencana membangun sewerage system, walaupun sekarang masih dalam proses perencanaan. Kalau Anda melihat berita tentang rencana ini, Anda bisa melayangkan surat kepada pemerintah kota Bogor untuk menanyakan cakupan wilayah yang akan tersambung ke jaringan ini.

Hal yang mulai menjadi tren di beberapa negara adalah pengubahan (konversi) limbah minyak goreng menjadi biodiesel, yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Namun, untuk skala rumah tangga, konversi ini tidak praktis. Di mancanegara, konversi ini dilakukan oleh pengolah yang mengumpulkan minyak goreng bekas-pakai dari restoran atau hotel, di mana volume penggunaan minyak gorengnya dalam skala besar.

Sementara tidak ada opsi lain, Anda bisa melakukan hal praktis lainnya, yaitu menyimpan sisa minyak goreng dalam kaleng atau botol bekas atau tempat makan plastik yang kedap-udara. Biarkan minyak goreng itu mengeras (menjadi padat), lalu buang ke tempat sampah. Dengan demikian, minyak tersebut akan terproteksi oleh wadahnya, dan tidak mencemari perairan. 

Air di sungai berterima kasih atas perhatian Anda.

Salam biru!

Isna Marifa

    Login or Register to post comment
Isna

byIsna
      Environmental Specialist

Pendiri dan direktur perusahaan konsultan (PT Qipra) yang melakukan kegiatan pengembangan kapasitas (capacity-building) di bidang lingkungan hidup. Ia banyak bekerjasama dengan pemerintah dan donor asing untuk mengembangkan dan melaksanakan pelatihan, membuat berbagai publikasi, dan perangkat kerja yang membantu pelaksanaan tugas pengelolaan lingkungan.

Anda mempunyai pertanyaan seputar masalah lingkungan?

Kirimkan kepada kami di: rumahpuan2012@yahoo.co.id dengan subyek 'LINGKUNGAN'


keep reading
Copyright © 2011 Rumah Puan Indonesia. All rights reserved.
Design by Roel Art & Design